Sabtu, 24 Oktober 2009
UNTUK IKHWAN DAN AKHWAT (Renungilah)
Kalo pake celana levis gondrong pake baju kaos oblong ga dianggep ikhwan ( padahal kalo berjuang demi islam paling depan ). Trus kalo akhwat arti yang bener saudara perempuan, yaaa kalo di Indonesia yang biasa pake jilbab ( bukan kerudung atau burqa ) pandangan nunduk terus ( duitnya jatoh kali ! ) dan tertutup banget deh.trus apa hubungannya dengan genit ??? mereka genit ???
Emang sih si ikhwan mungkin ga bilang ma akhwat
Roses are red
violent are blue
sugar is sweet
so do you! ( Preee....t )
trus gimana kalo mereka lagi genit??? bukannya genit tapi gombal yang “islami”....af1(afwan) kalo bilang gombal tapi memang kenyataannya, bahkan mereka seperti ini ini termasuk ikhwan blacklist...ikhwan yang bisa ngerusak ikhwan lainnya. Akhwat juga sama..Yuk kita intip
> SUKA SMS ATAU CHAT YANG GA JELAS
Ini ciri – ciri menonjol dari IBL ( ikhwan blacklist ) suka sms-an atau chat yang ga penting sama akhwat ( sama aja akhwatnya juga ! huh ) pertama chatting bilang “salam ukhuwah yaa ukh” eeehh akhwatnya juga futur hatinya gara – gara lihat profilenya “tinggi 185cm keturunan Arab lagi menyesaikan S2 di Al-Azhar, kebetulan lagi libur panjang jadi pulang ke Indonesia”padahal kalo akhwat ketemu ikhwan item pendek bilangnya jaga pandangan tapi lihat ikhwan kaya di atas luntur hatinya hehehehe....
“hari sudah malam ukh,sholat witir dan lansung tidur dan jangan lupa berdo'a agar mimpi indah”......
akhwatnya bales lagi
“Jazakallah akhi,akhi juga yaaah” ( Gubrak ! )
eeeeeh gamau kalah sama orang pacaran jam 2 pagi misscalin abis itu sms-an lagi “ukh dah bangun?, jangan lupa tahajud?”
di ladenin lagi ma akhwatnya
“sudah kuq, ana habis wudhu nih baru mau sholat, akhi sudah?”
“Alhamdulillah sudah ukh!” GEDUBRAK ( lebih parah dari gubrak ).......
Kalian mau tau kan pacaran yang “islami” ????? tuh contohnya hihihihi masih mending ane jam 1 pagi sms-an juga
“si Ani jalan mundur , hari gini dah tidur ?”
“si Emen julan tomat, cemen amat”
“buah aren dimakan rusa,orang keren lagi buang pulsa” hahaha cuih...
> TAAT KALO ADA YANG LIHAT
Iklan banget ga sih? Aha bener kok...kalo ada akhwat buru – buru kaya jojon ditaekin celananya biar ga isbal hehehe.....kalo dateng buat halqah ogah -ogahan soalnya ketemu sama yang sejenis, coba kalo lagi liqo waaaaah paling cepet kalo dateng, udah cepet datengnya duduknya dibelakang lagi biar bisa lirik – lirikan ( gaswat ) yang akhwat juga sama aja lagi mau aja ikut ngelirik juga ( ckckck... ) yang lebih parah lagi kalo rapat LDK akhwat sampe pulang malem juga mau ( astagfirullah ) kemana iffah ( harga diri )mu ukh ??? ( apa ga masuk waktu halqah tentang iffah ? ).
>ISLAMI SAMA KAFIR DICAMPUR
Nahlo gimana maksudnya niih??? sebenarnya kita lihat dulu baik – baik, biasanya para aktivis yang masih usia 25 kebawah apalagi kalo baru belajar islam ( kaya ane :D ), kita biasanya mengambil relatif lain contoh : saat orang lain mendengar lagu – lagu “cabul” kita beralih ke nasyid....
fatwa tentang lagu sebenarnya sudah HARAM bila tidak mengajak ke Allah SWT walaupun ada hadist – hadist yang membolehkan lagu tetapi itu terbatas...tetapi para ulama sepakat lagu yang tidak mengajak kita kepada Allah SWT adalah HARAM, cuma kitanya yang ga sepakat ( wong bukan ulama ). Tetapi realita sekarang ane juga suka lagu nasyid ( yang nasyid perjuangan ), “kebanyakan” dari nasyid yang ada hanya berbicara jihad, jihad dan dakwah ( kok terbalik) jadi banyak sekali dari para ikhwan menganggap yang penting jihad deh yang laen ga penting ( gaswat ), berbicara jihad fisabilillah nilai UAN-nya jeblok, prestasi akademik 0 ( ckckck... ) inilah yang sangat membahayakan, karena tidak seimbang..... ngomong jihad paling semangat belajar matematika malah tidur ( kascau ! ), bicara jihad IPK-nya 2,2 ( gubrak ).
SEORANG MUSLIM PINTAR DALAM AGAMA PASTI PINTAR DI AKADEMIK
Buat ukhti juga bicara jihad fisabilillah ikut konser nasyid buat penggalangan dana di Palestina, denger nasyid sampe loncat – loncatan histeris ( astagfirullah ) ga sekalian moshing sekalian ukh? Biar metaaaaaaaaaaaaallll !!! abis konser berebut kejar munsyidnya minta tanda tangan sekalian foto bareng ( kalo gitu apa bedanya ukh sama konser penyanyi laeeen ?)
belum lagi kalo sms-an ma ikhwan “Assalamu'alaikum akh, besok ada syuro jangan telat yaaach”
yaaaa ikhwan juga futur, kucing kalo di kasih ikan masa nolak
“Walaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu ( waaaa lengkap bener, padahal kalo sms-an ma ustadnya “ tad, ana besok ga ngaji” ga pake salam langsung to the point ) syukron yaa ukhti sdh ngingetin ana, insya Allah ana ga telat, ukhti juga yaaa? semoga Allah selalu merahmati ukhti !”
“ahhhh akhi bisa aja, semoga akhi juga”
Zina hati gak? tanya sama diri antum sendiri!! yaa Allah maafkan kekhilafan hambamu ini.....
sebenarnya tulisan ini buat para cowok dan cewek yang menghijrahkan dirinya kepada Allah agar setelah kita hijrah kita tidak masuk keperangkap setan yang sangat halus dan para ikhwan dan akhwat afwan jiddan kalau tulisan ana menyinggung antum ( berarti merasa yaa ) ini hanya untuk sekedar koreksi diri
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, …” (QS.An-Nuur[ 24]:30-31)
jadi untuk kita semua hati – hati dengan jebakan setan.... kita sudah tahu soal adab para akhwat kalo minta tausiyah sama ustadzahnya dunk masa sama ikhwan, ikhwan juga gitu kalo mau kasih tausiyah sama akhwat aja bukan berarti kita tidak boleh saling tausiyah, sepengalaman ane di dunia maya kalo kita memberi tausiyah ke semua teman kita biasanya yang akhwat hanya membalas “syukron”, “jazakallah” jadi ga usah di timpalin lagi.... ( antum nimpalin siiih ).
para cowok dan cewek berubahlah menjadi power rangers ( lho!),berubahlah menjadi pengemban dakwah sejati dan lepaskan diri kita dari belenggu blacklist dari diri kita, tenang aja jodoh sudah ada yang mengatur jangan takut kehabisan, buat ikhwan jangan alesan ta'aruf buat deket ma akhwat tapi ga dilamar – lamar... buat akhwat sabar aja jodoh antuna ga kemana – mana kok ! [Martias Al - Fatih]
Senin, 29 Juni 2009
Selamat jalan Bidadari Surga
Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da'wah ini. Seorang muharrik da'wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki khusnuzon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.
Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka 'Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses, Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu "lemahnya" hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang. Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri, 'Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes "kenapa ikhwan sekarang seperti ini ?"
Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.
Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah... jazakillah ummi sudah membantu... mohon do'a agar diridhai Allah"
Alhamdulillah, Allah mudahkan proses ta'arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.
Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.
Namun, Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..
2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai 'Aini mengisi sebuah ta'lim, motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. 'Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.
Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga 'Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo'a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan 'Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb.. sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga 'Aini.
"Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..."
Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?
Dalam kedaaan demikian, akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.
Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga 'Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.
Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat... pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.
Tepat setelah ijab kabul terucap... sang ikhwan pun mencium kening 'Aini serta membacakan do'a diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A'ini. Lirih, kami pun masih mendengar 'Aini berucap, "Tolong Ikhlaskan saya....."
Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.
Dia telah menjemput seorang bidadari...
Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya...
Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi....
Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya...
" ..Saya telah menikahi seorang bidadari... nikmat mana lagi yang saya dustakan..."
Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...
Ya Rabb.. Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu.. Maka jadikanlah kami senantiasa dapat mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan....
Selamat jalan adikku sayang ... engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang ikhwan pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da'wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."
Selamat jalan 'Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....
(bait kenangan terakhir bersamamu; ummi tidak bisa menulis seindah tulisan2mu, tapi yakinlah ummi mengiringimu dengan indahnya do'a ... semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya...amiin)
Sabtu, 23 Mei 2009
Curhatan
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dear Allah….
Wahai Allah … subhanalloh malam ini indah banget… walaupun agak sedikit dingin, tapi
sesungguhnya inilah kebesaran-Mu wahai Allah Engkau padukan malam dengan dingin sehingga tercipta harmoni suasana yang kan selalu ku rindu…Wahai Allah…subhanalloh malam ini indah banget karna Kau telah menghadirkan bulan untuk meneranginya apalagi Kau juga memberi teman untuk cahaya bulan, jadi bulan tidak sendiri diatas langit… yah Kau ciptakan bintang juga dengan cahaya yang begitu aku dan manusia lain kagumi…
Wahai Allah sungguh Kau sangat pengertian kepadaku Kau tahu aku suka dengan suara gemericik air dan Kau ciptakan sepi pada malam … sehingga aku bisa mendengarkan suara gemericik air yang bisa menenangkan hatiku…
Wahai Allah terima kasih karena Kau sudah sangat menyayangiku… mencintaiku… sehingga aku memiliki rasa rindu yang tak tertahankan kepada-Mu…
Wahai Allah maafkan aku ya… karena aku sering lalai…dan lupa atas perintah yang Kau beri padaku, maafkan aku karena aku suka lupa untuk bersyukur kepada-Mu, bahkan aku terkadang juga suka marah dan tidak ikhlas atas ketentuan yang Kau beri yang tidak sesuai dengan kemauanku, padahal itu yang terbaik untukku dari-Mu, tapi aku yakin Engkau pasti akan memaafkan aku karena aku tahu Kau menyayangiku…
Terimakasih ya Allah atas segalanya atas cinta dan kasih dari-Mu atas anugerah yang tak henti Kau berikan padaku, atas rahmat dan nikmat yang selalu Kau curahkan padaku sehingga aku tak bisa menghitungnya, bahkan menggunakan alat tercanggih apapun didunia ini, aku tak sanggup,,,
Ups… hampir aja aku lupa terima kasih ya Allah atas maaf yang selalu Kau beri padaku …
Lirik Lagu
Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu
Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…
Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu
Back to Reff.
Rabu, 20 Mei 2009
Makna Cinta

MAKNA CINTA YANG SESUNGGUHNYA
Assalamualaikum…
Hai kawan kita pasti udah tau donk apa cinta itu???
Ada yang mengatakan cinta itu anugrah buat kita dari Allah, dan lain sebagainya tentang cinta tapi sebenarnya ada hakikat yang lebih tepat tentang cinta mau tau kan??? let`s see
Cinta dalam bahasa arab adalah “mahabbah” artinya kasih sayang.
Menurut Abdullah Nasyiul wan cinta adalah “Perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang
TANDA-TANDA CINTA SEJATI
1.kagum/simpati
orang yang sedang mencintai seseorang pasi merasa kagum akan orang yang dicintainya begitu juga kita sebagai manusia harus kagum atas ciptaan Allah ynag begitu subhanallah yang bagitu besar karena tida ada yang mampu menciptakan alam semesta ini kecuali Allah, maka dengan kekaguman kita pada Allah, kita akan memiliki rasa cinta pada Allah.
2.berharap
orang cinta pada seseorang pasti akan selalu berharap untuk bisa selalu bertemu dengan orang yang dicintai nya
3.takut
takut kalau-kalau kita kehilangan seseorang yang kita cintai, takut kita akan ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, maka kita harus takut kalau Allah meninggalkan kita naudzubillahimindzalik…
4.rela
orang mencintai Allah akan rela Allah sebaai Rabbnya, rela atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah,
5.selalu ingat
ORANG YANG DICINTAI ALLAH
1.Orang yang bertaubat dan menyucikan diri (QS. Al-Baqarah:222)
2.orang yang bersatu padu dijalan Allah (QS. As-Ashaf:4)
3.orang yang berbuat adil (QS. Al-Hujurat : 9)
4.orang yang bertawakkal (QS. Ali Imron :159)
5.orang yang berbuat adil (QS. Al-Baqarah:190)
prioritas cinta
1.prioritas cinta tertinggi
cinta pada Allah, rasulullah, dan berjihad dijalan-Nya (QS. 3:31-32)
2.prioritas cinta menengah
cinta pada ayah ibu, saudara dan cinta sesama karena Allah
3.prioritas cinta terendah
cinta yang karena nafsu .
Sumber : Buku Super Mentoring
Salam : Ira
Senin, 16 Februari 2009
Pengurus GIPSI
PELINDUNG :
1. Al Habib Bagir Syahab
2. Al Habib Hasan Syahab
3. Al Ustadz HM. Masykur
PENASIHAT :
1. Bpk. Dadang.S
2. Ustadz R. Alif
3. Farhan Islami
4. Umi Rahma
KETUA UMUM
M. Ihsanuddin
WAKIL KETUA
Rudi Husen Abdullah
SEKRETARIS UMUM
Indra Ridho
WAKIL SEKRETARIS
Evih Salafiyah
BENDAHARA UMUM
Imam Nawawi
WAKIL BENDAHARA
Euis Halimatusa'diah
DIVISI HUMAS
Gigih Ginanjar
Ahmad Fauzi
Lilim Halimah
DIVISI INKASI
Ari Samahina
Amir
Hanah Asya'thiri
Reni
Lis
DIVISI SYI'AR
Badru Salam
Syamsudin
Laila
Nining
Junengsih
DIVISI SADAP
Sofiyan
Asep
Intan
KOORD JAKARTA
Akbari
KOORD TANGERANG
Murhadi
KOORD SUKABUMI
Siti Khodijah
Jumat, 02 Januari 2009
Untukmu Palestine


Untukmu Palestine
Jika selama ini, Doa-doa kita hanya untuk diri kita sendiri.
Jika selama ini, rupiah-rupiah kita hanya untuk perut kita sendiri.
Jika selama ini, Langkah-langkah kita hanya untuk kepentingan kita sendiri.
Maka saat ini..!!
Doa-Doa, kita persembahkan untuk saudara-saudara kita di Palestina.
Rupiah-rupiah, kita ikhlaskan untuk Jihad saudara-saudara kita di Palestina.
Langkah-langkah kita niatkan untuk terus berjihad layaknya saudara-saudara kita di Palestina.
Wahai Sahabat....
Bagaimana bisa kita disini tertawa lebar..
Sedangkan saudara kita disana menjerit perih.
Bagaimana bisa kita disini merasa nyaman..
Sedangkan saudara kita disana merasa terancam.
Bagaima bisa kita disini merasa kenyang..
Sedangkan mereka disana merasa kelaparan.
Dan bagaimana bisa kita disini tertidur lelap..
Sedangkan mereka disana terjaga seharian.
Renungkanlah sahabatku...
kita tidak merasakan apa yang mereka rasakan.!
Minggu, 30 November 2008
Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.
1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)
Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.
2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)
Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.
3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)
Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).
4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)
Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.
Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)
5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)
Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)
Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.
Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.
Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)
6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)
Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)
7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)
Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.
Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.
8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)
Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.
Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.
9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)
Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.
Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.
10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)
Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.
Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).
Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.
Senin, 03 November 2008
Posted by Mochammed Aang Abdullahy Asy-Syakron: Tawassul
Wasilah (=perantara) artinya sesuatu yang menjadikan kita dekat kepada Allah SWT. Adapun tawassul sendiri berarti mendekatkan diri kepada Allah atau berdo`a kepada Allah dengan mempergunakan wasilah, atau mendekatkan diri dengan bantuan perantara. Pernyataan demikan dapat dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 35, Allah berfirman :
ÙŠَااَÙŠُّÙ‡َااَّلذِÙŠْÙ†َ آمَÙ†ُÙˆْا اتَّÙ‚ُوااللهَ ÙˆَابْتَغُÙˆْا Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ اْلوَسِÙŠْÙ„َØ©َ
“Wahai orang-orang yang beriman takutlah kamu kepada Allah, dan carilah jalan (wasilah/perantara)."
Ada beberapa macam wasilah. Orang-orang yang dekat dengan Allah bisa menjadi wasilah agar manusia juga semakin dekat kepada Allah SWT. Ibadah dan amal kebajikan juga dapat dijadikan wasilah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amar ma’ruf dan nahi mungkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) juga termasuk wasilah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Mengenai tawassul dengan sesama manusia, tidak ada larangan dalam ayat Al-Qur’an dan Hadits mengenai tawassul dengan orang-orang yang dekat kepada Allah para Nabi, para Rasul, sahabat-sahabat Rasulullah SAW, para tabi`in, para shuhada dan para ulama shalihin.
Karena itu, berdo`a dengan memakai wasilah orang-orang yang dekat dengan Allah di atas tidak disalahkan, artinya telah disepakati kebolehannya. Bertawassul dengan orang-orang yang dekat kepada Allah, senyatanya tetap memohon kepada Allah SWT karena Allah-lah tempat meminta dan harus diyakini bahwa sesungguhnya:
لاَÙ…َانَعَ لمِاَ اَعْØ·َÙŠْتَ Ùˆَلاَ Ù…ُعْØ·ِÙ‰ لمِاَ Ù…َÙ†َعْتَ
Tidak ada yang bisa mencegah terhadap apa yang Engkau (Allah) berikan, dan tidak ada yang bisa memberi sesuatu apabila Engkau (Allah) mencegahnya.
Secara psikologis tawassul sangat membantu manusia dalam berdoa. Katakanlah bertawassul sama dengan meminta orang-orang yang dekat kepada Allah SWT itu agar mereka ikut memohon kepada Allah SWT atas apa yang kita minta.
Tidak ada unsur-unsur syirik dalam bertawassul, karena pada saat bertawassul dengan orang-orang yang dekat kepada Allah SWT seperti para Nabi, para Rasul dan para shalihin, pada hakekatnya kita tidak bertawassul dengan dzat mereka, tetapi bertawassul dengan amal perbuatan mereka yang shaleh.
Karenanya, tidak mungkin kita bertawassul dengan orang-orang yang ahli ma’siat, pendosa yang menjauhkan diri dari Allah, dan juga tidak bertawassul dengan pohon, batu, gunung dan lain-lain.
KH A Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
abib-sakron.blogspot.com
Artikel Islami
Doa dengan perantaraan makhluk SYIRIK??
Pada kali ini, perbicaraan akan berkisar pada persoalan Tabarruk atau Barakah, dari berbagai sudut dan pengertian supaya dapat diresapi dan difahami serta diamalkan seperti yang dianjurkan oleh Islam itu sendiri menurut Al-Quran, Sunnah serta pengamalan para solehin.
PENGERTIAN TABARRUK
Dari Segi Bahasa Tabarruk berasal dari kata bahasa Arab “barakah” atau “barakat” yang membawa banyak pengertian dalam segi bahasa. Antara pengertian kalimat “barakah” dalam istilah bahasa Arab ialah :
• Az-Ziyadah & An-Numu ertinya bertambah & menumbuh;
• As-Sa’adah & Kathratul Khair ertinya kebahagiaan & kebaikan yang melimpah; • Ad-Du’a ertinya
permohonan;
• Al-Manfa’ah ertinya bermanfaat;
• Al-Baqa’ & Ad-Dawam ertinya kekal & berterusan;
• At-Taqdis & At-Tanzih ertinya sesuatu yang suci & sesuatu yang jauh dari kekurangan;
• Al-Muwadzabah ertinya konsisten; Dari Segi Penggunaan Apabila “barakah” memberi pengertian seperti bertambah, kebaikan, dan kekekalan yang berterusan, maka ia bermaksud : ‘Adanya suatu kebajikan Tuhan yang diletakkan pada sesuatu.’ (Tafsir Khazin)
Maka Tabarruk pula bererti seseorang memohon limpahan manfaat yang bertambah dan berterusan dari Allah s.w.t. dengan sesuatu yang suci dan jauh dari sifat kekurangan supaya mendapat kebahagiaan dan kebaikan yang melimpah di dalam kehidupan ini.
Di dalam As-Sunnah, lintasan istilah ‘barakah’ digunakan di berbagai ketika, baik yang dikatakan oleh Rasulullah s.a.w., mahupun yang dinyatakan para sahabatnya.
Di dalam maksud Hadis Muslim disebutkan :( “Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata : Adalah orang Madinah apabila memetik hasil tumbuhan, maka petikan pertama itu dibawa kepada Rasulullah s.a.w. lalu Baginda berdoa: Ya Allah, berikah keberkatan pada buah-buahan kami, berkatilah Negara kami, berilah keberkatan pada sukatan kami dan berkatilah timbangan gantang kami.” (Hadis riwayat Muslim)
Jelaslah sudah istilah ‘barakah’ ini digunakan di dalam Al-Quran dan As-Sunnah.Maka, haruslah diyakini bahawa istilah ‘barakah’ termasuk dalam istilah yang hidup di dalam Islam itu sendiri. Dapat kita simpulkan, buat ketika ini, menurut cara istilah ‘barakah’ yang digunakan di dalam ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabawi, bahawa barakah mengandung erti :
• Barakah itu adalah sesuatu kebaikan yang datang dari Allah s.w.t. dan diberikanNya kepada sesuatu atau sesiapa yang dikasihi dan disukaiNya;
• Barakah itu ada/wujud dan harus diyakini kewujudannya, sekalipun tidak dapat dilihat dengan mata;
• Barakah itu semata-mata datangnya dari Allah s.w.t., dan bukan selainNya.
DALIL-DALIL WUJUDNYA PENGGUNAAN ISTILAH BARAKAH DARI AL-QURAN DAN AS-SUNNAH
Terdapat banyak ayat-ayat Al-Quran yang menggunakan istilah barakah, antaranya
-‘Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kukuh di atasnya. Dia memberkahinya….’ (Fusshilat : 10)
-‘Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.…’ (Al-Isra’ : 1)
- ‘Maka tatkala dia tiba di(tempat) api itu, diserulah dia : “Bahawa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya…’ (An-Naml : 8)
-Dan ada beberapa ayat lain yang menunjukkan penggunaan istilah tersebut..
KATA-KATA ULAMA MENGENAI AMALAN TABARRUK
Al-Ustaz Dr. Hassan As-Syekh Al-Fatih As-Syekh Qaribullah, seorang ulama Sudan masa kini, mengatakan bahawa walaupun jika ada orang yang bertabarruk, yang mengikuti orang yang bertabarruk serta yang tidak melakukannya, amalan tabarruk tetap adalah sesuatu pengamalan yang ada dalam syara’ kerana ianya diterangkan di dalam Al-Quran. Bahkan amalan ini dikuatkan adanya dengan wujudnya peninggalan-peninggalan serta benda-benda yang orang bertabarruk dengannya, tanpa mengira masa dan ketika, bagi keseluruhan umat Nabi Muhammad s.a.w. Ianya diperkuatkan lagi dengan kenyataan yang terkandung di dalam hadis-hadis dalam bentuk kata-kata Nabi, perbuatan Nabi serta persetujuan Nabi untuk menguatkan apa yang tertera di dalam Al-Quran mengenai kewujudan serta pengamalan tabarruk ini.
Almarhum Prof. Dr. Hamka di dalam Tafsir Al-Azharnya membincangkan mengenai pengertian ‘barakah’. Beliau memecahkan barakah kepada dua macam iaitu yang hakiki dan yang ma’nawi. Yang hakiki ialah yang berupa hujan membawa kesuburan bumi. Ia juga boleh diertikan sebagai daya pembuka fikiran manusia untuk menggali harta dan kekayaan yang terpendam di dalam bumi seperti logam, emas dan lain-lain. ‘Barakah’ juga boleh merupakan kekuatan urusan manusia mengatur kehidupan dunianya supaya mencapai penyuburan dari sudut ekonomi dan sebagainya. Dari sudut ma’nawi, Prof. Dr. Hamka memahamkan ‘barakah’ sebagai timbulnya fikiran-fikiran yang baru dan petunjuk dari Allah, baik berupa wahyu yang dibawa oleh Rasul atau ilham yang ditumpahkan Allah kepada orang-orang yang berjuang dengan ikhlas.
As-Syekh Muhammad ‘Alwi Al-Maliki Al-Makki Al-Hasany, seorang ulama Mekah masa kini, di dalam kitabnya Mafaahim Yajibu An Tusahhah (Pemahaman-Pemahaman Yang Wajib Dibetulkan), menyifatkan perbuatan tabarruk sebagai jawaz (harus) serta disyariatkan. Amatlah keliru bagi mereka yang mengatakan bahawa amalan tabarruk ini sebagai bid’ah yang tidak pernah dilakukan Nabi s.a.w. serta para sahabatnya, apatah lagi mengatakan perbuatan tersebut sebagai syirik dan sesat. Beliau menekankan bahawa pengamalan ‘tabarruk’ dijalankan berdasarkan kepercayaan atas adanya keistimewaan, kemuliaan dan kelebihan pada amalan tersebut sehinggakan amalan yang suci ini dapat membawa kepada qurbah (kedekatan) kepada Allah s.w.t. Kekuatan kepercayaan ini dilandaskan dengan iktiqad bahawa setiap kebaikan dan mudharat hanyalah datangnya dari Allah s.w.t.
Menurut As-Syekh Muhammad Alwi Al-Maliki, pengamalan berTabarruk ini boleh diadakan melalui 3 unsur : 1. Peninggalan - dinisbahkan kepada sesuatu yang mulia, dianggap mulia & dicintai manusia;
2. Tempat - zahirnya seperti tempat-tempat yang lain juga tetapi tempat itu menjadi bukti ibadah disebabkan pernah dikerjakan ibadah ditempat itu oleh para Nabi dan salihin. Tempat tersebut telah ditumpahkan rahmah, pernah dihadiri Malaikat, wujud Sakinah… Inilah yang dicari dari tempat-tempat ini.
3. Individu - penunjuk jalan barakah, hubungan yang hidup dengan yang mati.
Marilah kita menjelajahi jenis-jenis Tabarruk yang ada supaya dapat kita menelusuri lebih dalam tentang kewujudan pengamalan mengambil berkat atau ‘barakah’ ini.
JENIS-JENIS TABARRUK
Pertama : Tabarruk Dengan Sesuatu Peninggalan Yang Mulia
1. Maqam Rasulullah s.a.w Dari Abdullah Bin Dinar r.a. beliau berkata : Aku telah melihat Ibnu Umar berdiri depan maqam Rasulullah s.a.w lalu berselawat dan memberi salam ke atas Baginda s.a.w, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar.
2. Hajar Al-Aswad Dari Abu Saeed, beliau berkata : “Aku berhaji bersama Umar r.a. Apabila memulai tawaf, dia menghadap batu Hajar Aswad lalu berkata yang bermaksud “Aku tahu engkau ini batu hitam yang tiada memberikan mudarat atau manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah s.a.w. menciummu, maka aku tidak akan menciummu. Lalu dia menciumnya.”
3. Baitullah (Ka’bah) Firman Allah s.w.t. dalam Surah Ali ‘Imran ayat 96 menerangkan tentang RumahNya yang sentiasa diberkati. . “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia ialah Baitullah yang berada di Bakkah (Makkah) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
4. Maqam Nabi Ibrahim a.s. Allah s.w.t memerintah agar dijadikan tempat yang pernah beradanya Nabi Ibrahim a.s. ketika mendirikan Baitullah sebagai musalla (tempat mendirikan solat) dan menyifatkan juga maqamnya sebagai salah satu tanda-tanda Allah s.w.t. yang nyata di Baitullah. Firman Allah s.w.t. dalam Surah Al-Baqarah ayat 125“Dan ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan suatu tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian dari maqam Ibrahim itu tempat solat.”dan ayat. “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata di antaranya Maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) akan amanlah dia.” (Ali Imran : 97)
5. Air Zamzam Rasulullah s.aw. pernah bersabda dalam sebuah hadisnya yang menerangkan tentang fadhilat air zamzam walaupun pada zahirnya ia sama sahaja seperti air-air yang lain. Sabda Rasulullah s.a.w. : ُ“Air zamzam itu menyampaikan segala hajat apabila diminumnya.”
Kedua : Tabarruk Dengan Tempat Ibadah Tabarruk dengan tempat ibadah
iaitu mengambil keberkahan dan fadhilat melaksanakan ibadah di masjid atau tempat-tempat suci sebagaimana dianjurkan oleh Allah dan RasulNya seperti bersolat di Masjidil Haram, Masjid Rasulullah s.a.w., Masjidil Aqsa dan juga di masijd-masjid yang pernah Rasulullah s.a.w. mendirikan solat. Seperti contoh kata Rasulullah s.a.w. maksudnya:“Aku adalah penutup sekelian para Nabi, dan Masjidku adalah penutup sekelian masjid-masjid para Nabi. Dan Masjid yang paling berhak diziarahi dan dikuatkan perjalanan kepadanya ialah Masjidil Haram dan Masjidku. Dan solat di Masjidku lebih baik dari seribu solat dari tempat yang lain kecuali Masjidil Haram.”
Di antara contoh tabarruk di suatu tempat yang mulia ialah bertabarruk di tempat yang pernah berada padanya para nabi-nabi, rasul-rasul dan juga para wali-wali Allah. Rasulullah s.a.w. sendiri bertabarruk dengan mengerjakan solat di beberapa tempat lahirnya para nabi-nabi sebelum Baginda dan juga di tempat-tempat yang pernah didiami oleh para nabi dan rasul sebelum Baginda s.a.w. Telah disebutkan dalam sebahagian hadis-hadis yang menceritakan peristiwa Isra’ dan Mi’raj: “Diriwayatkan ketika Rasulullah s.a.w. dimikrajkan dengan menaiki Buraq serta ditemani oleh Jibril Al-Amin a.s. , mereka berjalan sehingga tiba di suatu tempat lalu Baginda s.a.w. disuruh berhenti dan menunaikan solat . Setelah selesai solat dan meneruskan perjalanannya, Jibril bertanya : “Tahukah di mana engkau telah bersolat. Baginda s.a.w. menjawab: “Tidak”. Berkata Jibril : “Engkau telah solat di Tayyibah yang akan menjadi tempat hijrahmu ”. Maka seterusnya Buraq berhenti di suatu tempat dan Nabi s.a.w. pun disuruh turun dan solat. Setelah beliau bersolat, Jibril pun bertanya : “Tahukah di mana telah engkau solat?”. Nabi s.aw. menjawab : “Tidak”. Jibril menjawab : “Engkau telah solat di Thuur Sina di sisi pohon di mana Allah s.w.t. berkata-kata dengan Musa a.s. Kemudian perjalanan diteruskan dan sekali lagi Buraq berhenti dan Rasulullah s.a.w. disuruh turun dan solat. Kemudian Nabi s.a.w. pun ditanya tentang tempat itu dan menyatakan bahawa baginda tidak tahu. Jibril pun mengatakan : “Sesungguhnya engkau telah bersolat di Baitullaham, tempat kelahirannya Isa Bin Maryam a.s.
Ketiga : Bertabarruk Dengan Ayat-ayat Al-Quran
Sebagaimana yang dimaklumi bahawa Al-Quran merupakan mukjizat Rasulullah s.a.w. yang terbesar dan juga menjadi penawar bagi sekelian penyakit. Telah menjadi pengamalan umat Islam bertabarruk dengan ayat–ayat Al-Quran bagi mengharapkan limpahan barakah yang ada pada ayat-ayat tersebut. Sebagaimana juga Rasulullah s.a.w. menggalakkan bacaan beberapa surah-surah tertentu dari Al-Quran pada keadaan-keadaan tertentu. Firman Allah s.w.t. dalam Surah Al-Isra’ ayat 82 :“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim kecuali kerugian.”
Keempat : Bertabarruk Dengan Nama-Nama Rasulullah s.a.w. Nabi Muhammad s.a.w. adalah sebaik-baik dan semulia-mulia manusia, makhluk ciptaan Allah s.w.t. di muka bumi ini. Segala sesuatu yang datang dari baginda atau yang ada pada diri beliau kesemuanya sangat mulia dan membawa barakah kepada ummah Muhammadiyyah. Ini termasuk juga namanya sendiri dan juga nama-namanya yang lain yang dinamakan oleh Allah s.w.t. dalam Al-Quran seperti Ahmad, Abdullah, Basheer, Nazeer, Mubeen, Muzakkir dan sebagainya. Firman Allah s.w.t. dalam Surah Al-Jin ayat 19:“Dan bahawasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembahNya (beribadah), hampir saja jin-jin itu berdesak-desak mengerumuninya.”
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda :“Aku Muhammad dan aku Ahmad dan Aku ini Penyelamat yang diselamatkan Allah s.w.t. dari kekufuran, dan aku ini pembangkit yang mana manusia akan bangkit atas kedua kakiku dan aku ini Pembalas dan tiada nabi setelahku.”
Kelima : Bertabarruk Dengan Mencium Tangan Mencium tangan
merupakan suatu pengamalan yang menzahirkan rasa penghormatan dan kasih sayang. Jika diteliti pada hakikat dan kembali kepada sunnah dan athar para sahabat, akan kita dapati bahawa mencium tangan para ulama, orang-orang saleh dan kedua ibu bapa adalah sesuatu yang disyariatkan dan juga sebagai bertabarruk dengan kemuliaan yang ada pada mereka justeru menambahkan lagi rasa penghormatan dan mahabbah terhadap mereka.
Dari Abu Daud dari Aishah r.a. beliau berkata :“Sesungguhnya Fatimah r.a. apabila Rasulullah s.a.w. datang ke rumahnya, beliau berdiri, menyambut tangannya dan menciumnya.”
.
Dikeluarkan oleh Al-Hakim dan dibenarkan di dalam Mustadrak dari Buraidah :“Sesungguhnya seseorang datang kepada Nabi s.a.w. lalu mencium kepala dan kakinya.
Sekiranya ada di antara para sahabat yang mencium kaki dan tangan Rasulullah s.a.w dalam suatu keadaan, maka ini merupakan dalil yang mantap tentang harusnya mencium tangan orang alim, orang yang dihormati, orang-orang saleh dan wali-wali Allah . Sebab hal itu terjadi pada Rasulullah s.a.w., yang mana di dalam dirinya terkumpul segala kebaikan yang murni, manaqib yang terpuji dari ilmu ladunni, dan paling tinggi kedudukannya dalam amanah dan kemuliaan.
Keenam : Bertabarruk Dengan Bertahnik
Di antara amalan dan perbuatan yang amat dianjurkan dalam Islam ialah Tahnik iaitu meletakkan manis-manisan di mulut bayi yang baru dilahirkan seperti kurma dan mendokannya.
Pada zaman Rasulullah s.a.w., para sahabat apabila ada bayi mereka yang lahir pada waktu Rasulullah s.aw. berada di Madinah, mereka akan membawa si bayi itu kepada baginda Rasulullah s.a.w. dan kemudian Baginda menyuap bayi itu dengan kurma, menyisir rambut kepalanya dengan tangannya yang suci dan mendoakannya. Mereka memandang hal itu sebagai hal yang penuh barakah dan berbangga dengannya. Ibnu Hajr Al-Asqalani berkata : “Sesungguhnya setiap bayi yang lahir pada masa hidup Rasulullah s.a.w. selalu diketahui olehnya, sebab setiap orang Ansar selalu membawa anak-anaknya kepada Nabi s.a.w. untuk ditahnik dan diberkahi.”.
Para ahli sunnah mengutip bahawa ketika Rasulullah s.a.w. menguasai Makkah, orang-orang Makkah selalu datang dengan membawa anak dan bayi-bayi mereka agar kepalanya diusap dengan tangannya yang mulia dan didoakan dengan keberkatan.
Tidak diragukan lagi bahawa Rasulullah s.a.w., makhluk pilihan yang paling sempurna, paling mulia, bahkan paling utama di antara para nabi dan mursalin telah menetapkan wujud sebutan yang paling masyhur dan paling jelas keberkatannya.Wallahua'lam..el-faqir ilallah..
*Abdullah Asy-Syakron
Rabu, 22 Oktober 2008


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Setelah melalui bulan mulia Ramadhan tahun ini, akan diselenggarakan sebuah acara Konser Musik yang bernuansa religi dan melambangkan nilai-nilai positif budaya suatu bangsa akan di gelar di Jakarta, bersamaan dengan kepercayaan dunia Islam International untuk mengadakan acara Konferensi Kemanusiaan Internasional tentang bantuan bagi anak-anak dan korban penjajahan Palestina.
Festival Kebudayaan Internasional berupa pertunjukan konser tersebut akan disaksikan oleh negara-negara peserta konferensi dari Timur Tengah seperti; Palestina, Libanon, Syiria dll, dan dari belahan dunia lainnya, yang sengaja di undang Panitia untuk menikmati pertunjukan kebudayaan bersama masyarakat Indonesia
Hari / Tanggal :
Ahad, 2 November 2008
Waktu :
08.30 – 11.30 WIB
Tempat :
Lapangan D, Gelora Bung Karno Senayan Jakarta
Pengisi acara untuk kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Sulis Cinta Rasul
2. Opick
3. Group Band GIGI
4. Shoutul Harakah (Shouhar)
5. Firqatul I’tisham (Libanon/Palestina)
6. Izzatulislam (IZIS)
7. Ebiet Biet A
8. Justice Voice
9. Dll
Orasi oleh : Dr. Hidayat Nur Wahid
Acara ini akan mentargetkan peserta sebanyak:
1. Penonton 25.000 orang
2. Panitia 250 orang
3. Pengisi acara 200 orang
4. Tamu undangan baik pemerintah maupun swasta
5. NGO International 150 lembaga
6. NGO nasional 150 lembaga
Steering Committee:
- Dr. Adhiyaksa Dault, Menpora RI
- Soeripto SH, Anggota DPR-RI
- Yoyoh Yusroh, Anggota DPR-RI
- KH. Abdul Rosyid AS.*, Pimpinan Asyafiiyah
HTM : Rp. 10.000
Dengan menghadiri acara ini dan membeli tiket masuk seharga di atas, Insya ALLAH berarti rekan-rekan telah beramal untuk Saudara-Saudara kita di Palestine.
Di tunggu kehadirannya ya semuanya…..
Minggu, 07 September 2008
Makna Cinta yang Hakiki
Assalamualaikum…
Hai kawan kita pasti udah tau donk apa cinta itu???
Cinta dalam bahasa arab adalah “mahabbah” artinya kasih sayang.
Menurut Abdullah Nasyiul wan cinta adalah “Perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang
TANDA-TANDA CINTA SEJATI
1. kagum/simpati
orang yang sedang mencintai seseorang pasi merasa kagum akan orang yang dicintainya begitu juga kita sebagai manusia harus kagum atas ciptaan Allah ynag begitu subhanallah yang bagitu besar karena tida ada yang mampu menciptakan alam semesta ini kecuali Allah, maka dengan kekaguman kita pada Allah, kita akan memiliki rasa cinta pada Allah.
2. berharap
orang cinta pada seseorang pasti akan selalu berharap untuk bisa selalu bertemu dengan orang yang dicintai nya
3. takut
takut kalau-kalau kita kehilangan seseorang yang kita cintai, takut kita akan ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, maka kita harus takut kalau Allah meninggalkan kita naudzubillahimindzalik…
4. rela
orang mencintai Allah akan rela Allah sebaai Rabbnya, rela atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah,
5. selalu ingat
ORANG YANG DICINTAI ALLAH
1. Orang yang bertaubat dan menyucikan diri (QS. Al-Baqarah:222)
2. orang yang bersatu padu dijalan Allah (QS. As-Ashaf:4)
3. orang yang berbuat adil (QS. Al-Hujurat : 9)
4. orang yang bertawakkal (QS. Ali Imron :159)
5. orang yang berbuat adil (QS. Al-Baqarah:190)
1. prioritas cinta tertinggi
cinta pada Allah, rasulullah, dan berjihad dijalan-Nya (QS.
2. prioritas cinta menengah
cinta pada ayah ibu, saudara dan cinta sesama karena Allah
3. prioritas cinta terendah
cinta yang karena nafsu .
disini kita bisa tahu kalau cinta yang sebenarnya itu hanyalah pada Allah, rasulnya, dan berjihad dijalan-Nya. jangan sampai kita termasuk orang yang hanya mencintai sesuatu bukan karena Allah tapi karena nafsu semata, naudzubillahimin dzalik
mudah-mudahan kita termasuk kedalam orang yang mencintai Allah dan mencintai Allah karena orang yang mencintai Allah maka Allahpun akan mencintai nya.
semoga Allah selalu merahmati orang-orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, karena orang yang saling kasih mengasihi karena Allah maka dia akan merasakan lezatnya iman. semoga kita termasuk kedalamnya.Amin.
Rabu, 03 September 2008
Rindu Cahayamu

Jingga yang dulu bercahaya,
Kini telah di penuhi oleh debu-debu yang berceceran
Jangan buat dunia islam selalu murung,
Ayo kawan kita telah melihat,
Kita telah mendengar dengan kepala kita
Lalu mengapa kita hanya bisa diam
Senjata-senjata berat mereka…
Dapat kita kalahkan hanya dengan kekuatan kita wahai pemuda
Jangan biarkan islam ternoda oleh para zionis biadab
Semua sedang menantimu wahai generasi robbani !!!
Semua menanti generasi yang kita dambakan
Mengapa kita harus selalu mengalah pada
Para zionis terkutuk
Hanya bangsa yahudi
Yang Allah laknat,
Kami meminta kembalikan cahaya yang dulu berkilau
Hanya dinegeri para Anbiya
Kerikilpun menangis karena tersakiti
Jadikan kerikil itu senjata kalian
Ketika dunia islam terkoyak
Hanya satu kata yang kita usung
Menang atau Syahid dalam Ridho_Nya
Senin, 11 Agustus 2008
Info GIPSI
Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan serta mempererat tali Silahturahmi, kami Pengurus GIPSI mengajak Akhi / Ukhti dalam acara Tadabur Alam serta Mabit menjelang Ramadhan yang Insya Allah akan di laksanakan pada :
Tanggal : 23 - 24 Agustus 2008
Tempat : SPN LIDO, Cigombong, Bogor.
Acara : - Silahturahmi. - Tausyah. - Pemutaran Film dokumenter. - Muhasabah - Outbond / Games Islami. - Dll.
Infak : Rp. 10.000,-
Pendaftaran selambat - lambatnya tanggal 21 Agustus 2008.
*Info lebih lanjut hub:
Akhi Gigih : 0856 915 780 53.
Ukhti Evih : 0856 951 314 33.
Wassalamu alaikum Wr.Wb
Senin, 30 Juni 2008
Informasi
sangat disayangkan bila tidak dibagikan kepada yang lain dari hasil pertemuan tanggal 27 juni 2008, hari jumat jam 13.00 wib dikediaman teh evi uktina gipsi.
Subhanallah...
Hari itu cukup mengharukan, saya atas nama gipsi cukup merasakan bahagia karena Allah. Setidaknya rekan-rekan yang hadir lebih baik dari yang kemarin..maksudnya... rekan dari ikhwan yang hadir ada kemajuan....
ada kang rudi, kang imam, kang fauzi, kang iwan (warung pala), kang ihsan (inkasi) juga kang sogir. Sedangkan akhwatnya yang hadir, teh lilim, teh euis, teh sarah, teh, evi, teh zulfa, dan ane dewitry. yach..itulah adanya...
Program bulanan ini, jamiatulquro... yaitu program pembacaan al-quran yang ditugaskan kepada masing-masing anggota yang hadir...yang akan dibaca dirumah masing2 dengan waktu satu bulan. Masing-masing mendapatkan tugas satu zuj, itu minimal...dan setelah satu bulan baru kita khotam bersama sekaligus berkumpul berbagi tausiyah dan ilmu.....
Mungkin jamiatulqura ini dikenal oleh orang-orang yaitu dengan sebutan tadarus. Sejauh ini gipsi mengoptimalkan program ini untuk pengurus-pengurus gipsi...
jika memang pengurus sudah optimal dan siap publikasi keluar...insyaallah kami gipsi akan mengajak seluruh pendengar...
Program jamiatulquro sudah berjalan selama tiga bulan..tiga kali pertemuan dan khotam. Selain itu, event pertemuan ini pun tidak hanya khotamquran, biasanya kami putra/putri gipsi mengadakan evaluasi kerja..baik ikhwan maupun akhwat...
Subhanallah saudaraku...
hasil pertemuan kemaren ane pribadi cukup...terharu karena melihat antusias dan semangat rekan-rekan yang ingin memajukan gipsi dan mempertahankan gipsi kedepan..
salah satunya yaitu mengenai keberadaan sekertariat gipsi yang tinggal dibenahi...dan masalah usaha yang meghasilkan keuntungan untuk modal gipsi...
Dan alhamdulillah ahad tanggal 29 juni kemaren kami kerjabakti untuk membereskan dan membersihkan sekretariat gipsi yang akan direnovasi minggu depan..insyaallah..
subhanallah ane melihat begitu semangatnya rekan-rekan membersihkan tempat yang akan kami jadi sekret... sekaligus menyiapkan apa yang akan dibutuh kan sekret nanti...
Minta doanya....
mungkin itu info sementara dari kaput (ketua Putri) gipsi
sukron zj
wassalam.wr.wb
Assalamualaikum saudaraku ikhwah fillah…
Semoga Allah swt senantiasa menuntun kita semua dan membimbing kita hingga pada saat pertemuan itu tiba.. pertemuan yang dinantikan…
Semoga kita termasuk orang yang optimis akhir kita baik..walaupun saat ini masih terlalu jauh untuk menjadi insan yang lebih baik….
Jalan ini masih saja seperti ini,…
Impian dan harapan itu jalan yang mengantarkan kita pada kehidupan sesungguhnya.
Tentunya harapan itu dan impian itu, untuk akhir yang berbuah syurga…
Apa yang kita miliki saat ini,.. kedudukan, jabatan, popularitas, semua tidak akan menjadikan kita bahagia seutuhnya… bukan suatu kebanggaan jika semuanya malah membuat orang lain terluka… jika kita jujur pada diri sendiri,.. yang kita harapkan adalah sebuah ketengan juga kedamaian….
Jika saja mengingat mati, semua yang kita miliki tak berarti. Mungkin seakan-akan kita dikejar oleh waktu giliran kita….
SEPENGGAL CERITA
Cukup terharu setelah membaca buku “Malam Pertama di Alam Kubur”
Sepenggal cerita yang ingin saya bagikan kepada saudara-saudaraku…
Setidaknya Agar membangun sebuah kesadaran, bahwa yang kita miliki bukanlah suatu kebanggaan yang akan menemani kita pada malam pertama di alam kubur, kecuali amal-amal kebaikan kita dimata Allah swt.
SKETSA AKHIR KEHIDUPAN ORANG SHALIH
Rosulullah Saw
Dalam kitab Shahihaini dan yang lainnya disebutkan, Nabi saw pulang dari menunaikan Haji wada, beliau jatuh sakit. Penyakit inilah yang menyebabkan beliau meninggal. Hari demi hari penyakitnya kian parah. Dilihat dari ucapan dan pandangan matanya, seolah beliau hendak meninggalkan dunia fana ini. Ketika demam yang beliau derita semakin hari semakin menjadi dan beliau yakin akan segera berpindah ke alam lain, ia ingin berpesan kepada orang-orang.
Beliau membalut kepalanya, lalu meny uruh fadhl bin Abbas ra untuk mengumpulkan manusia di mesjid. Ketika orang-orang telah berkumpul, beliau dipapah oleh Fadhl menaiki mimbar. Setelah memuji Allah swt, beliau bersabda,
“Amma ba’du. “Masa pergantian itu telah dekat, dan kalian tidak akan melihatku kembali di tempat ini. Maka siapa saja yang aku telah menjilid punggungnya, inilah punggungku, hendaklah ia membalasny. Barangsiapa yang aku ambil hartanya, inilah hartaku dan ambillah. Barangsiapa aku cela kehormatannya, amka hendaklah ia membalasnya. Jangan sampai salah seorang dari kalian khawatir aku akan dengki padanya. Kedengkian bukanlah karakter dan sifatku. Yang paling aku sukai dari kalian adalah yang berani mengambil kembali haknya yang mungkin telah aku rampas, atau memaafkan aku. Sehingga aku kelak menghadap Allah dalam keadaan tidak mendzalimi seorang pun”.
Kemudian Rosulullah saw pulang kerumah. Kini, demam yang beliau derita telah menggerogoti tubuh. Dengan susah payah beliau berusaha keluar ke mesjid untuk shalat bersama sahabatnya. Hingga waktu itu beliau shalat Maghrib bersama mereka pada hari jum’at, dan beliau masuk rumahnya. Demamnya terus saja meninggi. Para sahabat menyediakan kasur tempat beliau berbaring. Sementara demam beliau terus meninggi.
Orang-orang telah berkumpul untuk menunaikan shalat isya’. Mereka mneunggu rasulullah saw keluar untuk mengimami mereka. Padahal penyakit Rasulullah saw tela demikian kronis. Beliau berusaha bangkit, namun tidak mampu. Akhirnya dengan sangat pelan Rasulullah saw mencoba kembali untul bangkit. Sebagian orang berseru, “ Shalat…shalat”.
Rasulullah saw menatap orang-orang di sebelahnya dan berkata, “Apakah orang-orang sudah shalat?” “Belum. Mereka menunggumu, wahai Rasululah, “ jawab mereka. Waktu itu panas badan beliau membuatnya tidak mampu bangkit. Beliau berkata, “tuangkan air dalam bejana.” Mereka pun memenuhi permintaan beliau dengan menuangkan air dingin dan menaruhnya dekat beliau untuk mengkompres seluruh badannya. Akhirnya suhu badan beliau turun. Ketika beliau merasa sedikit agak segar, beliau meminta bejana tadi disingkirkan dari tubuhnya.
Ketika mencoba bangkit dengan kedua tangannya, beliau jatuh pingsan. Begitu siuman, pertama kali yang beliau tanyakan adalah “ Apakah oarang-orang sudah shalat?” mereka menjawab, “belum, wahai Rasulullah mereka menunggumu”. “ Tuangkan air dalam bejana agar aku bisa membasuh, “pinta beliau. Mereka memenuhi permintaan tersebut.
Ketka Rasulullah saw merasa sedikit enak, beliau hendak berdiri, namun jatuh pingsan lagi beberapa saat. Ketika siuman, pertama kali yang beliau tanyakan adala, “Apakah orang-orang sudah shalat?”. Mereka menjawab, “belum. Mereka menunggumu, wahai rasulullah”. “Tuangkan air kedalam bejana”. Pinta beliau. Para shabatsegera memenuhi permitaan beliau. Lalu dengan air yang dingin itu beliau diguyur. Beliau mengisyaratkan dengan tangan (pertanda cukup).
Kembali beliau mencoba untuk bangkit, namun juga kembali pingsan. Keluarga yang menyaksikan kondisi beliau terharu. Air mata mereka meleleh.
Sementara orang-orang tetap menunggu beliau didalam mesjid. Ketika siuman, beliau kembali bertanya, “Apakah orang-orang sudah shalat?”.”belum. mereka menunggumu, wahai Rasulullah,” jawab mereka.
Ketika merasa tak mungkin bangkit lag, lalu beliau menoreh ke arah sahabatnya sambil berkat, “ suruh Abu Bakar untuk mengimami mereka”. Abu Bakar pun menjadi imam. Tangis kesedihan Abu Bakar ra sebagai imam membuat para makmum tidak mampu mendengar lantunan ayat-ayat al-Quran dengan jelas. Usailah shalat isya’ dan Abu Bakar ra seterusnya menjadi imam.
Aisyah ra bertutur, “Aku menyaksikan Rasulullah hendak wafat. Ketika itu di dekatnya ada mangkuk berisi air. Lalu ia mencelupkan tangannya ke mangkuk lalu mengusap wajahnya sambil berkata “ la ilaha illallah, sesungguhnya dalam kematian itu ada fase yang menyakitkan”.
Fatimah mengis dan bertanya, “ begitu sakitkah ayah?”. Beliau menoleh kepada putrinya tersebut dan menjawab, “Tidak ada lagi rasa sakit yan diderita bapakmu setelah ini”. Fatimah mengusap wajah ayahnya dan mendoakan kesembuhan. Tetapi beliau berkata, “Tidak. Aku malah mengharapkan segera bertemu dengan Allah swt, bersama Jibril, Mikail, dan Israfil…..
Wallahualam…
Itu sepenggal cerita yang dikutif dari Buku “MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR” penulis Dr.A’idh Al-Qarni, MA, Dr. Muhammad Abdurahman Al-Uraifi, Syaikh Muhammad Husain Ya’qub.
Mudah-mudahan tulisan diatas menjadi manfaat…
From_Dewitry















